Instalasi Ubuntu 8.04 Hardy Heron

Diposting oleh program info

Proses instalasi adalah proses pemasangan sistem operasi pada komputer anda sehingga sistem tersebut dapat berjalan dan anda dapat menggunakannya untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Untuk dapat melakukan proses instalasi, pastikan anda telah memiliki desktop CD distribusi Ubuntu pada praktek ini menggunakan Ubuntu 8.04 “Hardy Heron”). Distribusi tersebut berisi file sistem dan program-program lain yang dibutuhkan selama proses instalasi berlangsung.

Instalasi Ubuntu desktop sangat mudah dilakukan karena sepenuhnya menggunakan mode grafik. Namun demikian anda harus tetap memperhatikan prosedur yang dilakukan dan memastikan tidak ada masalah berkaitan dengan perangkat keras atau faktor-faktor lain yang berpeluang mengganggu proses instalasi secara keseluruhan.

Agar dapat berjalan secara optimal, Ubuntu 8.04 membutuhkan spesifikasi perangkat keras (hardware) PC desktop minimal sebagai berikut:

Desktop edition:

  • Prosesor x86-based dengan clock speed minimal 500 Mhz.
  • Memori (RAM) 256 MB
  • Harddisk berkapasitas minimal 4 GB.
  • VGA (Graphic Card) dengan kemampuan 3D Acceleration dan Xgl seperti NVIDIA dan ATI, jika anda ingin mengaktifkan fitur desktop effect dengan Compiz atau Beryl. Ubuntu tetap dapat berjalan normal tanpa menggunakan kartu grafis dengan spesifikasi tersebut, namun hanya akan menjalankan tampilan desktop sederhana dan tanpa efek khusus (basic setting).
  • Koneksi internet (bersifat opsional guna memperlancar proses instalasi aplikasi-aplikasi tambahan yang anda butuhkan dari software repository secara online). Jika tidak memiliki koneksi internet untuk menginstall aplikasi tambahan, anda dapat mencari alternatif menggunakan DVD repositori, yakni DVD berisi koleksi aplikasi-aplikasi Ubuntu dari repositori yang dapat anda peroleh dari komunitas Ubuntu atau pihak-pihak lain. Informasi selengkapnya harap dilihat pada lampiran (dokumentasi dan komunitas Ubuntu).

Persiapan Instalasi

Sebelum melakukan prosedur instalasi, pastikan anda telah melakukan hal-hal berikut sebagai persiapan:

  • Backup/buat cadangan semua file-file penting yang tersimpan dalam hardisk komputer anda. Kita tentu tidak ingin berspekulasi. Dengan membuat backup, risiko kehilangan data penting karena kesalahan teknis maupun non teknis saat instalasi dapat diminimalkan. Backup dapat dilakukan dengan mengkopi semua file-file penting ke dalam media penyimpanan data berkapasitas besar seperti CD-R atau DVD-R, flash drive, dan sebagainya.
  • Defragment hardisk anda. Gunakan tool disk defragmenter yang terdapat pada menu Control Panel Windows
  • Ubah setting first boot device pada BIOS menjadi CD ROM, sehingga pada saat komputer loading atau restart sistem akan ‘membaca’ drive CD ROM terlebih dahulu (namun jika anda menginstall Ubuntu pada Windows melalui aplikasi Wubi installer, anda belum perlu mengubah setting first boot devices tersebut).
  • Ada baiknya selama beberapa hari/minggu sebelum melakukan instalasi permanen, anda jalankan Ubuntu melalui Wubi. Fasilitas Wubi dirancang sebagai program simulasi atau demo untuk memungkinkan anda membiasakan diri dan berlatih menggunakan menu-menu yang terdapat pada Ubuntu melalui sistem operasi Windows anda. Dengan demikian, pada saat Ubuntu telah terinstall secara permanen, anda sudah terbiasa dan tidak lagi merasa canggung saat menjalankannya.

Single atau Dual Boot?

Bagi kebanyakan pengguna Windows, sungguh tidak mudah mengambil keputusan untuk menjatuhkan “talak tiga” kepada sistem yang nyaman dan empuk tersebut dan beralih ke sistem operasi baru yang tidak mereka kenal dengan baik. Hal ini dapat dimengerti, karena mengganti sistem operasi otomatis harus diikuti dengan konsekuensi untuk belajar kembali dari dasar, sebuah proses yang memakan waktu serta melelahkan.

Untuk anda yang masih diliputi rasa ragu, tersedia pilihan instalasi yang cukup menarik, yakni instalasi dual boot. Dengan instalasi dual boot, di dalam komputer anda terdapat dua sistem operasi sekaligus, yakni Windows dan Ubuntu. Anda dapat memilih sistem mana yang akan dijalankan pada saat startup. Namun demikian anda harus menyadari konsekuensi dari pilihan dual boot, karena menjalankan dual boot memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kelebihan dual boot:

  • Anda dapat mengevaluasi sistem operasi Ubuntu sembari tetap memiliki akses ke sistem Windows.
  • Anda tetap dapat melakukan menjalankan Windows jika membutuhkan aplikasi-aplikasi tertentu yang hanya dapat berjalan pada Windows
  • Anda dapat berpindah-pindah sistem dengan cepat (hanya dalam hitungan menit)

Kekurangan dual boot:

  • Keberadaan dua sistem operasi sekaligus akan memakan banyak ruang harddisk (Namun hal ini sebenarnya bersifat subyektif. Untuk hardisk dengan kapasitas penyimpanan yang cukup besar – lebih dari 80 GB - barangkali tidak menjadi persoalan)
  • Proses upgrading Windows (misalnya dari Windows XP ke Vista) dapat membuat konfigurasi dual boot menjadi berantakan. Pertimbangkan dengan baik apakah anda akan mengupgrade sistem Windows anda. Jika ya, sebaiknya lakukan hal tersebut terlebih dahulu sebelum memulai opsi dual boot.
  • Waktu yang diperlukan untuk melakukan startup menjadi sedikit lebih lama
  • Menjalankan dual boot lebih rumit dibandingkan menjalankan single boot

Apapun pilihan instalasi anda, pastikan untuk tetap memperhatikan prosedur teknis yang harus dilakukan guna menghindari kesalahan fatal. Melakukan instalasi Ubuntu bukan hal yang sulit, namun seringkali masalah muncul justru karena faktor kesalahan yang sepele.

Baiklah. Setelah semua persiapan fisik dan mental dilakukan, kini tinggal selangkah menuju tahapan krusial: praktek instalasi Ubuntu. Jangan lupa siapkan secangkir Capuccino panas dengan krim dan taburan choco granule, dan setoples cemilan ringan. Anda pasti akan membutuhkannya

Instalasi Ubuntu pada Windows

Umenu dan Wubi adalah dua solusi yang ditambahkan pada Hardy Heron untuk membantu anda menjalankan prosedur instalasi Ubuntu melalui Windows anda. Jika anda ingin mengurangi sejumlah kerepotan dalam prosedur instalasi dan memilih langkah mudah, manfaatkan kedua tool yang berguna ini.

Umenu

Umenu (Ubuntu CD Menu) merupakan program launcher yang berjalan pada Windows. Untuk menjalankan umenu, nyalakan komputer lalu tunggu proses boot-up sistem Windows anda seperti biasa. Setelah Windows berjalan, masukkan desktop CD Ubuntu pada drive CD ROM. Jendela Ubuntu CD Menu secara otomatis akan terbuka:

Terdapat tiga pilihan pada Ubuntu CD Menu.

1. Demo and full Installation

Pilihan “Demo and Full Installation” digunakan jika anda ingin menjalankan Live CD atau melakukan instalasi Ubuntu secara permanen, baik instalasi penuh (membuang sistem Windows anda) maupun dual boot (dus sistem dalam satu komputer, yakni Ubuntu dengan Windows). Jika mengklik/memilih opsi ini, maka akan keluar jendela berikut:

Untuk mulai menjalankan Live CD atau melakukan instalasi permanen, tandai pilihan “Reboot now” dan klik Finish. Komputer akan melakukan restarting dan me-load desktop CD Ubuntu anda. (Catatan: Setting BIOS harus disetel untuk menjalankan CD ROM sebagai first boot devices. Cara melakukan setting boot devices harap dilihat pada bagian Instalasi melalui boot-up screen)

2. Install inside Windows

Pilihan “Install inside Windows” akan menginstall Ubuntu pada sistem operasi Windows (tanpa membutuhkan partisi tersendiri), sehingga Ubuntu terlihat seolah-olah sebagai ‘aplikasi’ dari Windows.

3. Learn More

Pilihan ini akan mengarahkan (directing) anda ke halaman situs web Ubuntu (http://www.ubuntu.com), di mana anda dapat belajar lebih lanjut atau mencari informasi lebih banyak tentang sistem operasi Ubuntu.

WUBI

WUBI (Windows-based UBuntu Installer) adalah program installer Ubuntu yang berjalan pada sistem Windows. Wubi dirancang untuk memandu pengguna sistem operasi Windows yang belum memahami Linux untuk mencoba Ubuntu tanpa risiko kehilangan data karena kesalahan dalam proses formatting atau saat mempartisi harddisk.

Wubi tidak menginstall Ubuntu pada partisi tersendiri, namun menginstall-nya ke dalam sistem operasi Windows sehingga seolah-olah Ubuntu berjalan sebagai aplikasi dari Windows. Hal ini dimungkinkan karena Wubi akan menambahkan entri pada boot menu Windows yang memungkinkan pengguna menjalankan Linux. Selain itu Wubi akan menempatkan diri pada file sistem Windows dan mengambil tempat pada direktori C:\wubi\disks\system.virtual.disks. Linux akan melihat file ini sebagai partisi harddisk tersendiri.

Jendela Wubi akan muncul saat anda mengambil pilihan Install Inside Windows pada Ubuntu CD Menu. Namun untuk dapat menjalankan Wubi, komputer anda harus memiliki kapasitas RAM sedikitnya 256 MB (di luar memori yang di-shared untuk memori grafik apabila anda tidak memiliki VGA card internal).

Terdapat sejumlah menu pada Wubi installer. Menu pertama adalah Installation Drive. Angka dalam tanda kurung adalah besar memori bebas/kosong yang dapat digunakan pada drive tersebut. Anda tidak harus menggunakan keseluruhan memori kosong untuk menginstall Ubuntu pada Windows.

Menu kedua adalah Installation Size. Anda harus menentukan besar memori yang akan digunakan untuk menginstall Ubuntu. Jika tidak tahu pasti besarnya alokasi memori yang mesti digunakan, tentukan saja sebesar 4 GB (kebutuhan ruang minimal untuk Ubuntu).

Pilihan desktop environment biarkan saja apa adanya (Ubuntu), atau dapat pula memilih desktop environment lain (KDE/Kubuntu, Xfce, dan sebagainya).

Pada pilihan bahasa, anda dapat menentukan bahasa instalasi yang akan digunakan.

Pada kotak pengisian username, tentukan username anda (nama anda, atau nama lain apapun yang anda suka, misalnya “administrator”).

Pada kotak pengisian password isikan password sesuka anda, yang mudah diingat namun sulit ditebak orang lain. Ulangi sekali lagi password tersebut pada kotak persis di bawahnya. Jangan sampai terlupa, karena password tersebut harus digunakan untuk login dan menjalankan pekerjaan-pekerjaan administratif saat Ubuntu telah terinstall nantinya.

Setelah semua form terisi, klik tombol “Install”. Kini serahkan semua urusan pada komputer anda. Tunggu hingga proses instalasi selesai dan muncul tampilan untuk me-reboot komputer anda. Klik Finish:

Instalasi Permanen pada partisi tersendiri

Apakah BIOS anda sudah disetting untuk menjalankan CD ROM sebagai first boot device? Kalau belum, caranya gampang. Pada saat proses boot-up Windows berjalan, tekan tombol delete atau F2 pada keyboard. Anda akan masuk ke halaman BIOS Setup. Arahkan pilihan pada menu Advanced BIOS Setup, lalu atur pilihan first boot devices ke CD ROM. Pada second boot devices, setting ke hardisk anda. Setelah perubahan setting anda lakukan, tekan tombol F10 (Save and Exit).

Komputer akan melanjutkan boot-up dan masuk ke sistem Windows seperti biasa. Masukkan desktop CD Ubuntu ke dalam drive CD ROM. Pada jendela Ubuntu CD menu launcher yang terbuka secara otomatis, klik tombol “Demo and full Installation”, lalu pada jendela berikutnya pilih “Reboot now” dan klik Finish. Sistem secara otomatis akan merestart komputer anda dan me-load materi CD Ubuntu.

Pada tampilan pertama akan terlihat pilihan bahasa yang akan digunakan selama proses instalasi. Pilih bahasa yang akan anda gunakan, lalu tekan [enter]:

Selanjutnya, pada layar akan keluar tampilan Installation Screen berikut:

Untuk memulai proses instalasi, arahkan highlight dan pilih option: Install Ubuntu lalu tekan tombol [enter]. Anda akan segera melihat tampilan progress bar sebagai indikator kalau Ubuntu tengah memulai proses Live Session.

Live Session memang menjadikan proses instalasi Ubuntu berjalan sedikit lebih lambat dari instalasi Windows, namun percayalah, sekali Ubuntu terinstall pada komputer, dia akan berlari jauh lebih cepat. Kini anda boleh mulai menghirup kopi anda.

Menu Instalasi

Setelah proses loading selesai, Layar Live Session akan tampil. Live session merupakan “demo” dari Ubuntu yang dijalankan dengan Live CD (desktop CD Ubuntu sekaligus juga dapat berfungsi sebagai Live CD). Anda dapat mencoba-coba sistem Ubuntu melalui Live Session tanpa mempengaruhi sistem komputer anda sebelum memutuskan untuk menginstall Ubuntu secara permanen. Untuk memulai proses instalasi, dobel klik pada ikon Install.

Proses instalasi Ubuntu terdiri atas tujuh langkah, dan dimulai dengan langkah pertama yakni munculnya jendela selamat datang dan pilihan bahasa. Klik pada salah satu bahasa yang tersedia, lalu klik tombol Forward:

Dimanakah anda berada? Ubuntu ingin tahu tempat tinggal anda. Beritahu dia lokasi tempat tinggal anda dengan mengklik salah satu titik (kota) pada peta dunia untuk memberi tahu lokasi anda (pilihan ini menentukan setting waktu yang akan dibuat Ubuntu untuk sistem anda):

Apa keyboard yang anda pakai? Jika tidak tahu pasti, pilih saja US English (standar internasional), lalu klik forward:

Setelah kuis kecil dengan pertanyaan-pertanyaan mudah tersebut terjawab, kini Ubuntu menjalankan scanning disk untuk mempersiapkan proses berikutnya: mengatur partisi.

Mengatur Partisi

Inilah tahap yang paling krusial. Sebuah kesalahan kecil dapat merusak sistem secara keseluruhan. Namun jangan panik. Ubuntu telah menyediakan beberapa pilihan untuk menghindari situasi yang tidak diinginkan tersebut. Perhatikan gambar berikut:

Anda akan ditawari tiga opsi untuk mempartisi hardisk:

  • Guided – resize IDE1 master, partition #x (hdax) and use free space. Gunakan pilihan ini jika anda ingin menjalankan dual boot: menginstall Ubuntu, sekaligus membiarkan Windows anda tetap utuh (Keterangan: #x adalah urutan partisi harddisk anda)
  • Guided – use entire disk. Jika anda benar-benar ingin ‘menceraikan’ Microsoft Windows, inilah pilihan terbaik anda! Windows beserta seluruh data dan aplikasinya akan terhapus total dari hardisk, dan digantikan sistem operasi Ubuntu Linux 8.04 Hardy Heron. Lebih muda dan menggoda.
  • Manual. Kecuali kemampuan kungfu Linux anda sudah mumpuni, hindari pilihan ini. Pilihan manual akan mempersilakan anda mengatur sendiri jumlah dan besar masing-masing partisi Linux pada hardisk. Kemerdekaan yang diberikan besar, namun risikonya juga tinggi. Umumnya kesalahan fatal para pemula adalah mengutak-atik partisi NTFS yang dihuni file sistem Windows. Akibatnya jelas: Ubuntu urung didapat, Windows malah berantakan. Sekali lagi, hindari pilihan ini jika anda masih berstatus pendatang baru di Linux.

Khusus tentang opsi manual. Jika anda memilih opsi ini, jendela Prepare partition akan terbuka, berisi tabel partisi yang menunjukkan informasi partisi yang terdapat pada harddisk anda. Anda dapat mengedit, menambah atau menghapus partisi pada tabel tersebut.

Ubuntu minimal membutuhkan dua partisi, yakni partisi untuk filesystem (partisi berformat ext3, dengan mount point “/” (root)) dan satu partisi swap. Sebagai pilihan, anda dapat memperbanyak jumlah partisi sebanyak yang anda inginkan dan menempatkan mount point untuk setiap satu direktori filesystem yang anda anggap penting secara tersendiri pada masing-masing partisi tersebut.

Setelah pilihan anda jatuhkan pada salah satu opsi, kini Ubuntu mulai menjalankan proses pembuatan partisi sesuai pesanan ..

Selanjutnya, anda akan dipandu untuk melakukan proses migrasi dokumen dan berbagai setting dari Windows ke Ubuntu.

Anda dipersilakan memilih dokumen dan setting apa saja yang akan disalin ke Ubuntu.

Lalu membuat user account (hafalkan password anda dan jangan berikan ke orang lain, untuk menjamin keamanan data dan sistem anda kelak).

Sentuhan akhir

Sebelum instalasi berjalan, jendela konfirmasi akan keluar. Jika tidak ada lagi informasi yang ingin diubah, tarik napas panjang dan tekan tombol Install ..

Minum kembali kopi anda yang mulai mendingin. Juga nikmati sepiring cemilan yang telah anda siapkan, karena proses instalasi akan berjalan cukup lama, antara 20 menit hingga lebih dari satu jam (tergantung spesifikasi dan kinerja PC yang anda miliki tentunya).

Sabar, sabar … dan ..

Voila! inilah yang ditunggu-tunggu. Kini anda memiliki Hardy Heron dalam komputer anda! Klik tombol Restart Now jika ingin segera menjajal sistem yang baru anda install.

Setiap kali login, anda harus memasukkan username dan password ke dalam kotak yang tersedia pada login screen sebelum dapat menggunakan sistem Ubuntu anda.

Dan inilah dia tampilan standar desktop Ubuntu 8.04 Hardy Heron. Sebuah tampilan layar desktop dengan dominasi warna coklat-krem lembut dan artwork yang membentuk sketsa vignet bergambar burung bangau (hardy heron = bangau yang tabah) akan menyambut anda, lengkap dengan dua panel memanjang yang mengapit bagian atas dan bawah desktop:

dikutip dari http://lakuningsurya.wordpress.com

Linux itu [TIDAK] Gratis

Diposting oleh program info

Pernahkah Anda mendengar suatu pernyataan yang mengatakan bahwa Linux itu gratis ? Saya yakin ... semua pengguna komputer, baik yang belum, sedang, akan atau telah menggunakan Linux pasti pernah mendengar pernyataan semacam ini.

Benarkah Linux itu gratis ...??? Bohong !!!
Kalau memang Linux gratis, mengapa banyak komersialisasi atas Linux ?
OK, sekarang mari kita coba bongkar kebohongan ini.

It's not about Free ... it's FREEDOM
Linux itu Free ... begitu banyak pernyataan yang sering kita dengarkan. Kata Free jika diartikan dalam bahasa Indonesia ternyata mempunyai 2 arti, yaitu gratis dan bebas. Kata gratis dan bebas jelas berbeda artinya. Misalnya kata Free Sex ... pernahkah Anda mengartikannya sebagai sex gratis ... ? Tentu saja tidak, karena dalam hal ini free sex mempunyai arti sex bebas yang artinya jelas sangat berbeda dengan sex gratis.

Nah, sayangnya di Indonesia ternyata banyak orang lebih suka mengkaitkan Linux dengan arti kata gratis, bukannya bebas atau merdeka. Padahal ... Richard Stallman - pendiri Free Software Foundation (FSF), dalam bukunya Free as in FREEDOM - mengkaitkan Linux dengan kata bebas atau merdeka, bukannya gratis.

Jelas, ini adalah kebohongan pertama tentang Linux ... karena Linux - menurut pendiri FSF - bukanlah berbicara tentang Free (Gratis), tapi Freedom (Kebebasan).

Kesalahan tentang Linux yang terus berlanjut
Namun ... entah mengapa di Indonesia kata kebebasan dan kemerdekaan ternyata lebih sulit diucapkan daripada kata gratis. Tidak mengherankan jika sampai sekarangpun masih cukup banyak penggiat Linux yang lebih suka menyebutkan Linux itu Gratis daripada Bebas atau Merdeka.

Tapi sebetulnya, sedikit banyak hal ini bisa kita mengerti ... karena ternyata perjuangan untuk memasyarakatkan Linux di Indonesia memang bukanlah pekerjaan mudah. Banyak pengguna komputer di Indonesia yang sudah terbuai dan terlelap dengan kenyamanan penggunaan perangkat lunak bajakan dan bahkan sudah terikat erat pada belenggu perangkat lunak seperti halnya pecandu rokok atau narkotika yang susah melepaskan ketergantungannya.

Itulah sebabnya mengapa kata gratis lebih banyak dipakai untuk memperkenalkan Linux daripada kata bebas atau merdeka. Karena pada kenyataannya memang lebih mudah untuk menyodorkan sesuatu yang gratis daripada mengajak seseorang untuk berjuang melepaskan diri dari kenyamanan yang sudah mengikat dan membelenggunya selama berpuluh-puluh tahun.

Mengapa Linux dikomersilkan ?
Pertanyaan berikutnya ... kalau Linux memang gratis, mengapa harus dikomersilkan ?
Apakah diperbolehkan dan pantas memperdagangkan sesuatu jika ternyata itu bisa kita dapatkan secara gratis ...?

Sebelum menjawabnya, coba Anda jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini :

  • Pernahkah Anda melihat situs yang memperdagangkan CD / DVD Linux ...?
  • Pernahkah Anda melihat majalah tentang Linux dijual toko-toko buku ...?
  • Pernahkah Anda melihat penerbit buku ternama menjual buku-buku Linux ?
  • Pernahkah Anda membaca penawaran pelatihan Linux yang ternyata tidak murah harganya ...?
Apa jawaban Anda ...? Tidak pernah ...? Bohong ...!!!
Bahkan di banyak situs Anda jelas-jelas bisa melihat CD/DVD/Buku Linux dijual ... dan tidak diberikan secara gratis.

Bahkan kalau mau diperpanjang lagi, daftar pihak yang mengkomersilkan Linux ternyata sangat panjang, dan juga sudah merambah ke perusahaan skala multinasional. Tidak percaya ...?!!!

Mengapa perusahaan besar menjual Linux ?
Coba simak daftar perusahaan besar berikut ini yang telah mengkomersilkan Linux :
  • Motorola, Panasonic, HTC, Samsung, OpenMoko, Accton, Grundig, DLink, Haier, dan masih banyak lagi telah menjual ponsel berbasis Linux.
  • HP, Dell, Everex, Asus, Acer dan masih banyak perusahaan komputer lainnya menjajakan Linux untuk komputernya.
  • Disney/Pixar, Dreamworks, Sony, ILM dan banyak studio film lainnya menggunakan Linux untuk memproduksi film-filmnya. Apakah Anda bisa melihat film-filmnya secara gratis ... ? tentu saja tidak. Bahkan untuk melihat film bajakannyapun Anda tidak bisa mendapatkannya secara gratis.
  • Google - si raksasa mesin pencari - ternyata menggunakan Linux untuk komputernya, tapi mengapa juga ikut mengkomersilkan produknya (baca : AdWords) ?
    So, what open-source software does Google use itself?
    DiBona: We use the Linux kernel. We've got the GNU tools, we use a lot of the compiler collection from the Free Software Foundation (FSF). We use some Apache libraries--we don't use the Apache Web servers so often, but we do use a lot of their libraries. We use a lot of OpenSSL and OpenSSH. We use languages like Python and C. We use a fair amount of MySQL, all kinds of things.
  • Microsoft - si raksasa perangkat lunak yang menganggap Linux sebagai kanker - ternyata kemudian juga mengkomersilkan Linux melalui tangan rekanannya, Novell.
Jadi ... kalau Linux memang Gratis, mengapa begitu banyak pihak yang mengkomersilkannya ...? Apakah layak dan pantas mengkomersilkan 'barang gratisan' seperti Linux ?

Linux itu [TIDAK] Gratis
Apakah Anda masih yakin bahwa Linux itu gratis ... ? Coba perhatikan sekali lagi harga yang harus dibayar untuk bisa mendapatkan Kebebasan dan Kemerdekaan Linux:
  • Request CD Linux ke Canonical : bayar akses Internet dan listrik plus biaya pos
  • Minta CD Linux dari Pemerintah : dananya dari mana ? pejabat ... ? enggaklah, semua itu dibayar dari duit rakyat.
  • Download Linux langsung dari Internet : bayar akses Internet dan listrik plus kemudian burning ISOnya ke CD/DVD
  • Pesan CD/DVD dari toko Linux : bayar beberapa ribu sampai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah
  • Copy CD/DVD Linux dari teman : bayar CD/DVD kosong dan listrik untuk burning
  • Langganan Majalah Linux : bayar beberapa puluh ribu rupiah setiap bulan
  • Belajar dari buku Linux : keluar duit buat beli di toko-toko buku
  • Belajar dari tempat pelatihan Linux : lagi-lagi bayar, dan biasanya tidak murah
  • Iklan di Google Adwords yang ternyata juga pakai Linux : siapa bilang gratis ...?
  • Beli Motorola Krave yang Linux-based : bayar juga bro .. mana ada yang gratis ?
  • Beli Asus EeePC yang juga Linux-based : Gratis ...? Bisa ...! Nanti saya minta Asus jadi sponsor situs PC LINUX buat bagi-bagi EeePCLinux gratis Hoooi Asus ... dengerin dong, ada yang mau EeePC gratis nich !!!
Jelas sudah bahwa apa yang didengung-dengungkan sebagai Linux itu Gratis adalah suatu kebohongan besar. Jangan pernah percaya kalau ada yang berkata Linux itu Gratis.

Untuk mendapatkan Kebebasan dan Kemerdekaan Linux jelas ada harga yang harus dibayar. Apalagi jika Anda ingin meraih kebebasan dan melepaskan diri dari belenggu perangkat lunak bajakan, tentu saja ada perjuangan yang tidak akan pernah bisa Anda dapatkan secara gratis.

Bahkan bangsa kitapun harus berjuang keras untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Hal yang sama juga berlaku bagi kita jika ingin mendapatkan Kebebasan dan Kemerdekaan Linux. Anda harus berani berjuang untuk melepaskan diri dari kenyamanan yang telah disediakan oleh perangkat lunak bajakan selama berpuluh-puluh tahun. Ada harga yang harus Anda bayar untuk meraih Freedom (Kebebasan dan Kemerdekaan), dan tentu saja itu tidak bisa didapatkan secara Free (gratis).

Percayalah teman ... perjuangan itu perlu (sekalipun dalam kenyataannya tidak semua orang merasa perlu untuk berjuang). Terbelenggu 28 tahun (baca Sejarah Sistem Operasi Dari Dos, Windows sampai Linux) bukan berarti kita harus menyerah kalah pada keadaan dan menjadikannya sebagai alasan untuk terus terikat pada belenggu kenyamanan perangkat lunak bajakan. Bahkan setelah 350 tahun-pun kita masih bisa bangkit meraih kebebasan dan kemerdekaan.

Namun ... tentu saja kita tidak perlu mengulang kesalahan itu sekali lagi. Cukup sudah 28 tahun untuk terbelenggu, Anda tidak perlu menunggu 350 tahun lagi. Perjuangan untuk meraih Kebebasan dan Kemerdekaan ini memang berat dan tentu saja tidak Gratis. Namun, jika Anda ingin melihat Indonesia Bangkit, mulailah dari diri Anda sendiri, mulailah dengan membebaskan isi komputer Anda dari belenggu perangkat lunak bajakan.

Jadi ... sekali lagi jangan pernah percaya kalau ada yang berkata Kebebasan dan Kemerdekaan Linux itu Gratis.

Linux ... Free as in FREEDOM

Imagine a place …

Where everything is possible

Where everyone can fly

Be Linux ... Be Free



VIDEO KLIP : Be Linux , Be Free

Linux itu [TIDAK] Gratis

Diposting oleh program info

Pernahkah Anda mendengar suatu pernyataan yang mengatakan bahwa Linux itu gratis ? Saya yakin ... semua pengguna komputer, baik yang belum, sedang, akan atau telah menggunakan Linux pasti pernah mendengar pernyataan semacam ini.

Benarkah Linux itu gratis ...??? Bohong !!!
Kalau memang Linux gratis, mengapa banyak komersialisasi atas Linux ?
OK, sekarang mari kita coba bongkar kebohongan ini.

It's not about Free ... it's FREEDOM
Linux itu Free ... begitu banyak pernyataan yang sering kita dengarkan. Kata Free jika diartikan dalam bahasa Indonesia ternyata mempunyai 2 arti, yaitu gratis dan bebas. Kata gratis dan bebas jelas berbeda artinya. Misalnya kata Free Sex ... pernahkah Anda mengartikannya sebagai sex gratis ... ? Tentu saja tidak, karena dalam hal ini free sex mempunyai arti sex bebas yang artinya jelas sangat berbeda dengan sex gratis.

Nah, sayangnya di Indonesia ternyata banyak orang lebih suka mengkaitkan Linux dengan arti kata gratis, bukannya bebas atau merdeka. Padahal ... Richard Stallman - pendiri Free Software Foundation (FSF), dalam bukunya Free as in FREEDOM - mengkaitkan Linux dengan kata bebas atau merdeka, bukannya gratis.

Jelas, ini adalah kebohongan pertama tentang Linux ... karena Linux - menurut pendiri FSF - bukanlah berbicara tentang Free (Gratis), tapi Freedom (Kebebasan).

Kesalahan tentang Linux yang terus berlanjut
Namun ... entah mengapa di Indonesia kata kebebasan dan kemerdekaan ternyata lebih sulit diucapkan daripada kata gratis. Tidak mengherankan jika sampai sekarangpun masih cukup banyak penggiat Linux yang lebih suka menyebutkan Linux itu Gratis daripada Bebas atau Merdeka.

Tapi sebetulnya, sedikit banyak hal ini bisa kita mengerti ... karena ternyata perjuangan untuk memasyarakatkan Linux di Indonesia memang bukanlah pekerjaan mudah. Banyak pengguna komputer di Indonesia yang sudah terbuai dan terlelap dengan kenyamanan penggunaan perangkat lunak bajakan dan bahkan sudah terikat erat pada belenggu perangkat lunak seperti halnya pecandu rokok atau narkotika yang susah melepaskan ketergantungannya.

Itulah sebabnya mengapa kata gratis lebih banyak dipakai untuk memperkenalkan Linux daripada kata bebas atau merdeka. Karena pada kenyataannya memang lebih mudah untuk menyodorkan sesuatu yang gratis daripada mengajak seseorang untuk berjuang melepaskan diri dari kenyamanan yang sudah mengikat dan membelenggunya selama berpuluh-puluh tahun.

Mengapa Linux dikomersilkan ?
Pertanyaan berikutnya ... kalau Linux memang gratis, mengapa harus dikomersilkan ?
Apakah diperbolehkan dan pantas memperdagangkan sesuatu jika ternyata itu bisa kita dapatkan secara gratis ...?

Sebelum menjawabnya, coba Anda jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini :

  • Pernahkah Anda melihat situs yang memperdagangkan CD / DVD Linux ...?
  • Pernahkah Anda melihat majalah tentang Linux dijual toko-toko buku ...?
  • Pernahkah Anda melihat penerbit buku ternama menjual buku-buku Linux ?
  • Pernahkah Anda membaca penawaran pelatihan Linux yang ternyata tidak murah harganya ...?
Apa jawaban Anda ...? Tidak pernah ...? Bohong ...!!!
Bahkan di banyak situs Anda jelas-jelas bisa melihat CD/DVD/Buku Linux dijual ... dan tidak diberikan secara gratis.

Bahkan kalau mau diperpanjang lagi, daftar pihak yang mengkomersilkan Linux ternyata sangat panjang, dan juga sudah merambah ke perusahaan skala multinasional. Tidak percaya ...?!!!

Mengapa perusahaan besar menjual Linux ?
Coba simak daftar perusahaan besar berikut ini yang telah mengkomersilkan Linux :
  • Motorola, Panasonic, HTC, Samsung, OpenMoko, Accton, Grundig, DLink, Haier, dan masih banyak lagi telah menjual ponsel berbasis Linux.
  • HP, Dell, Everex, Asus, Acer dan masih banyak perusahaan komputer lainnya menjajakan Linux untuk komputernya.
  • Disney/Pixar, Dreamworks, Sony, ILM dan banyak studio film lainnya menggunakan Linux untuk memproduksi film-filmnya. Apakah Anda bisa melihat film-filmnya secara gratis ... ? tentu saja tidak. Bahkan untuk melihat film bajakannyapun Anda tidak bisa mendapatkannya secara gratis.
  • Google - si raksasa mesin pencari - ternyata menggunakan Linux untuk komputernya, tapi mengapa juga ikut mengkomersilkan produknya (baca : AdWords) ?
    So, what open-source software does Google use itself?
    DiBona: We use the Linux kernel. We've got the GNU tools, we use a lot of the compiler collection from the Free Software Foundation (FSF). We use some Apache libraries--we don't use the Apache Web servers so often, but we do use a lot of their libraries. We use a lot of OpenSSL and OpenSSH. We use languages like Python and C. We use a fair amount of MySQL, all kinds of things.
  • Microsoft - si raksasa perangkat lunak yang menganggap Linux sebagai kanker - ternyata kemudian juga mengkomersilkan Linux melalui tangan rekanannya, Novell.
Jadi ... kalau Linux memang Gratis, mengapa begitu banyak pihak yang mengkomersilkannya ...? Apakah layak dan pantas mengkomersilkan 'barang gratisan' seperti Linux ?

Linux itu [TIDAK] Gratis
Apakah Anda masih yakin bahwa Linux itu gratis ... ? Coba perhatikan sekali lagi harga yang harus dibayar untuk bisa mendapatkan Kebebasan dan Kemerdekaan Linux:
  • Request CD Linux ke Canonical : bayar akses Internet dan listrik plus biaya pos
  • Minta CD Linux dari Pemerintah : dananya dari mana ? pejabat ... ? enggaklah, semua itu dibayar dari duit rakyat.
  • Download Linux langsung dari Internet : bayar akses Internet dan listrik plus kemudian burning ISOnya ke CD/DVD
  • Pesan CD/DVD dari toko Linux : bayar beberapa ribu sampai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah
  • Copy CD/DVD Linux dari teman : bayar CD/DVD kosong dan listrik untuk burning
  • Langganan Majalah Linux : bayar beberapa puluh ribu rupiah setiap bulan
  • Belajar dari buku Linux : keluar duit buat beli di toko-toko buku
  • Belajar dari tempat pelatihan Linux : lagi-lagi bayar, dan biasanya tidak murah
  • Iklan di Google Adwords yang ternyata juga pakai Linux : siapa bilang gratis ...?
  • Beli Motorola Krave yang Linux-based : bayar juga bro .. mana ada yang gratis ?
  • Beli Asus EeePC yang juga Linux-based : Gratis ...? Bisa ...! Nanti saya minta Asus jadi sponsor situs PC LINUX buat bagi-bagi EeePCLinux gratis Hoooi Asus ... dengerin dong, ada yang mau EeePC gratis nich !!!
Jelas sudah bahwa apa yang didengung-dengungkan sebagai Linux itu Gratis adalah suatu kebohongan besar. Jangan pernah percaya kalau ada yang berkata Linux itu Gratis.

Untuk mendapatkan Kebebasan dan Kemerdekaan Linux jelas ada harga yang harus dibayar. Apalagi jika Anda ingin meraih kebebasan dan melepaskan diri dari belenggu perangkat lunak bajakan, tentu saja ada perjuangan yang tidak akan pernah bisa Anda dapatkan secara gratis.

Bahkan bangsa kitapun harus berjuang keras untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan. Hal yang sama juga berlaku bagi kita jika ingin mendapatkan Kebebasan dan Kemerdekaan Linux. Anda harus berani berjuang untuk melepaskan diri dari kenyamanan yang telah disediakan oleh perangkat lunak bajakan selama berpuluh-puluh tahun. Ada harga yang harus Anda bayar untuk meraih Freedom (Kebebasan dan Kemerdekaan), dan tentu saja itu tidak bisa didapatkan secara Free (gratis).

Percayalah teman ... perjuangan itu perlu (sekalipun dalam kenyataannya tidak semua orang merasa perlu untuk berjuang). Terbelenggu 28 tahun (baca Sejarah Sistem Operasi Dari Dos, Windows sampai Linux) bukan berarti kita harus menyerah kalah pada keadaan dan menjadikannya sebagai alasan untuk terus terikat pada belenggu kenyamanan perangkat lunak bajakan. Bahkan setelah 350 tahun-pun kita masih bisa bangkit meraih kebebasan dan kemerdekaan.

Namun ... tentu saja kita tidak perlu mengulang kesalahan itu sekali lagi. Cukup sudah 28 tahun untuk terbelenggu, Anda tidak perlu menunggu 350 tahun lagi. Perjuangan untuk meraih Kebebasan dan Kemerdekaan ini memang berat dan tentu saja tidak Gratis. Namun, jika Anda ingin melihat Indonesia Bangkit, mulailah dari diri Anda sendiri, mulailah dengan membebaskan isi komputer Anda dari belenggu perangkat lunak bajakan.

Jadi ... sekali lagi jangan pernah percaya kalau ada yang berkata Kebebasan dan Kemerdekaan Linux itu Gratis.

Linux ... Free as in FREEDOM

Imagine a place …

Where everything is possible

Where everyone can fly

Be Linux ... Be Free



VIDEO KLIP : Be Linux , Be Free

CD Linux Ubuntu dan Kubuntu Gratis, Dikirim Sampai Rumah

Diposting oleh program info


Kubuntu 7.10 CDsImage via WikipeSekarang ini Distro Linux sudah tidak terhitung lagi macamnya, ISOnya juga sudah banyak bertebaran di Internet. Meskipun file ISOnya bisa didownload secara gratis, tetapi yang menjadi masalah ukurannya yang sangat besar rata-rata diatas 600 MB. Bagi yang pakai Speedy dengan jatah bandwidth 1Gb pasti mikir 100 kali sebelum mendownloadnya. Tetapi jangan kahwatir, bagi penggemar Linux Ubuntu dan Kubuntu Anda bisa mendapatkan CDnya gratis langsung dikirim sampai rumah.

Saya tahu hal ini karena dulu pernah iseng-iseng request CD Kubuntu sebanyak 5 biji, eh gak taunya beneran dikirim sampai rumah saya di jogja setelah 3 minggu pemesanan. Kalau gak salah dulu dikirim langsung dari Belanda.

Cara mendapatkan CD Linux Ubuntu dan Kubuntu Gratis :

Untuk CD Kubuntu

1. Kunjungi https://shipit.kubuntu.org

2. Register jika belum punya account.

3. Setelah punya account login, isi data diri.

4. Anda bisa meminta request lebih dari 1 Cd, tapi kemungkinan besar di tolak karena banyaknya permintaan. Kala dulu sih minta 5CD juga dikirim, tapi sekarang agak susah.

Untuk CD Ubuntu

1. Kunjungi https://shipit.ubuntu.com

2. Login atau register jika belum terdaftar. Anda bisa menggunakan account dari shipit.kubuntu.org untuk login disini jadi tidakperlu register lagi jika sudah punya account di Kubuntu.

3. Langkah selanjutnya sama seperti langkah memsan CD Kubuntu.

Dengan cara diatas Anda bisa mendapatkan CD Kubuntu dan Ubuntu gratis tapi ketika pengambilan di kantor pos tetap ada biaya dari kantor posnya sekitar Rp. 7000 (3 tahun yang lahu) gak tau kalau sekarang.

Gratis CD OpenSolaris 2008.05

Diposting oleh program info


Gratis-CD-OpenSolaris-2008.05Gratis-CD-OpenSolaris-2008.05-2 Setelah kira-kira 2 minggu menunggu, akhirnya CD pesanan saya sampai juga. Sebelumnya saya telah memesan CD OpenSolaris 2008.05 kepada Sun Microsystems. Pesanan yang saya terima berupa amplop putih yang berisikan CD original OpenSolaris. Pada amplop tersebut tercetak $5.00, mungkin ini adalah biaya kirim yang sudah dibayar oleh pihak Sun.

Gratis-CD-OpenSolaris-2008.05-3 OpenSolaris yang sudah saya coba ternyata adalah hasil pengembangan dari Solaris, mirip dengan Gnome dan Ubuntu. Nuansa desktop-nya penuh dengan warna biru membuat tampilan OS ini nyaman di mata. Sulit diungkapkan lewat tulisan, sebaiknya Anda langsung mencobanya.

Request a Free OpenSolaris 2008.05 CD

atau

Downloads :
OpenSolaris™ 2008.05 (ISO)
Mirrors

Sejarah Sistem Operasi dari DOS, Windows sampai Linux

Diposting oleh program info

Jangan melupakan sejarah …!
Kalimat ini bukan hanya berlaku di dunia nyata, tetapi juga di dunia komputer, khususnya dunia sistem operasi.

Mempelajari sejarah memang menarik, bahkan sekalipun itu hanya sejarah sistem operasi / operating system (OS) suatu komputer. Paling tidak dengan mempelajari sejarah sistem operasi komputer, wawasan kita bertambah luas dan tidak hanya berkutat pada satu sistem operasi saja.

Artikel ini akan menguraikan sejarah sistem operasi dari DOS, Mac, Windows, BSD, sampai Linux.

1980

  • QDOS : Tim Paterson dari Seattle Computer menulis QDOS yang dibuat dari OS terkenal pada masa itu, CP/M. QDOS (Quick and Dirty Operating System) dipasarkan oleh Seatle Computer dengan nama 86-DOS karena dirancang untuk prosesor Intel 8086.
  • Microsoft : Bill Gates dari Microsoft membeli lisensi QDOS dan menjualnya ke berbagai perusahaan komputer.

1981

  • PC­ DOS : IBM meluncurkan PC­ DOS yang dibeli dari Microsoft untuk komputernya yang berbasis prosesor Intel 8086.
  • MS­ DOS : Microsoft menggunakan nama MS­ DOS untuk OS ini jika dijual oleh perusahaan diluar IBM.

1983

  • MS­ DOS 2.0 : Versi 2.0 dari MS­ DOS diluncurkan pada komputer PC XT.

1984

  • System 1.0 : Apple meluncurkan Macintosh dengan OS yang diturunkan dari BSD UNIX. System 1.0 merupakan sistem operasi pertama yang telah berbasis grafis dan menggunakan mouse.
  • MS ­DOS 3.0 : Microsoft meluncurkan MS DOS 3.0 untuk PC AT yang menggunakan chip Intel 80286 dan yang mulai mendukung penggunaan hard disk lebih dari 10 MB.
  • MS ­DOS 3.1 : Microsoft meluncurkan MS­DOS 3.1 yang memberikan dukungan untuk jaringan.

1985

  • MS ­Windows 1.0 : Microsoft memperkenalkan MS­Windows, sistem operasi yang telah menyediakan lingkungan berbasis grafis (GUI) dan kemampuan multitasking. Sayangnya sistem operasi ini sangat buruk performanya dan tidak mampu menyamai kesuksesan Apple.
  • Novell Netware : Novell meluncurkan sistem operasi berbasis jaringan Netware 86 yang dibuat untuk prosesor Intel 8086.

1986

  • MS­ DOS 3.2 : Microsoft meluncurkan MS­ DOS 3.2 yang menambahkan dukungan untuk floppy 3.5 inch 720 KB.

1987

  • OS/2 : IBM memperkenalkan OS/2 yang telah berbasis grafis, sebagai calon pengganti IBM PC DOS.
  • MS­ DOS 3.3 : Microsoft meluncurkan MS­ DOS 3.3 yang merupakan versi paling populer dari MS DOS.
  • Windows 2.0 : Windows versi 2.0 diperkenalkan.
  • MINIX : Andrew S. Tanenbaum mengembangkan Minix, sistem operasi berbasis Unix yang ditujukan untuk pendidikan. MINIX nantinya menginspirasi pembuatan Linux.

1988

  • MS­ DOS 4.0 : Microsoft mengeluarkan MS­DOS 4.0 dengan suasana grafis.
  • WWW : Proposal World Wide Web (WWW) oleh Tim Berners­Lee.

1989

  • NetWare/386 (juga dikenal sebagai versi 3) diluncurkan oleh Novell untuk prosesor Intel 80386.

1990

  • Perpisahan : Dua perusahaan raksasa berpisah, IBM berjalan dengan OS/2 dan Microsoft berkonsentrasi pada Windows.
  • Windows 3.0 : Microsoft meluncurkan Windows versi 3.0 yang mendapat sambutan cukup baik.
  • MS­Office : Microsoft membundel Word, Excel, dan PowerPoint untuk menyingkirkan saingannya seperti Lotus 1­2­3, Wordstar, Word Perfect dan Quattro.
  • DR DOS : Digital Research memperkenalkan DR DOS 5.0.

1991

  • Linux 0.01 : Mahasiswa Helsinki bernama Linus Torvalds mengembangkan OS berbasis Unix dari sistem operasi Minix yang diberi nama Linux.
  • MS DOS 5.0 : Microsoft meluncurkan MS­DOS 5.0 dengan penambahan fasilitas full­-screen editor, undelete, unformat dan Qbasic.

1992

  • Windows 3.1 : Microsoft meluncurkan Windows 3.1 dan kemudian Windows for Workgroups 3.11 di tahun berikutnya.
  • 386 BSD : OS berbasis Open Source turunan dari BSD Unix didistribusikan oleh Bill Jolitz setelah meninggalkan Berkeley Software Design, Inc (BSDI). 386 BSD nantinya menjadi induk dari proyek Open Source BSD lainnya, seperti NetBSD, FreeBSD, dan OpenBSD.
  • Distro Linux : Linux didistribusikan dalam format distro yang merupakan gabungan dari OS plus program aplikasi. Distro pertama Linux dikenal sebagai SLS (Softlanding Linux System).

1993

  • Windows NT : Microsoft meluncurkan Windows NT, OS pertama berbasis grafis tanpa DOS didalamnya yang direncanakan untuk server jaringan.
  • Web Browser : NCSA memperkenalkan rilis pertama Mosaic, browser web untuk Internet.
  • MS­ DOS 6.0 : Microsoft memperkenalkan MS­DOS 6.0 Upgrade, yang mencakup program kompresi harddisk DoubleSpace.
  • Slackware : Patrick Volkerding mendistribusikan Slackware Linux yang menjadi distro populer pertama di kalangan pengguna Linux.
  • Debian : Ian Murdock dari Free Software Foundation (FSF) membuat OS berbasis Linux dengan nama Debian.
  • MS­ DOS 6.2 : Microsoft meluncurkan MS­DOS 6.2.
  • NetBSD : Proyek baru OS berbasis Open Source yang dikembangkan dari 386BSD dibuat dengan menggunakan nama NetBSD.
  • FreeBSD : Menyusul NetBSD, satu lagi proyek yang juga dikembangkan dari 386BSD dibuat dengan nama FreeBSD.

1994

  • Netscape : Internet meraih popularitas besar saat Netscape memperkenalkan Navigator sebagai browser Internet.
  • MS­DOS 6.22 : Microsoft meluncurkan MS­DOS 6.22 dengan program kompresi bernama DriveSpace. Ini merupakan versi terakhir dari MS DOS.
  • FreeDOS : Jim Hall, mahasiswa dari Universitas Wisconsin­River Falls Development mengembangkan FreeDOS. FreeDOS dibuat setelah Microsoft berniat menghentikan dukungannya untuk DOS dan menggantikannya dengan Windows 95.
  • SuSE : OS Linux versi Jerman dikembangkan oleh Software und System Entwicklung GmbH (SuSE) dan dibuat dari distro Linux pertama, SLS.
  • Red Hat : Marc Ewing memulai pembuatan distro Red Hat Linux.

1995

  • Windows 95 : Microsoft meluncurkan Windows 95 dengan lagu Start Me Up dari Rolling Stones dan terjual lebih dari 1 juta salinan dalam waktu 4 hari.
  • PC DOS 7 : IBM memperkenalkan PC DOS 7 yang terintegrasi dengan program populer pengkompres data Stacker dari Stac Electronics. Ini merupakan versi terakhir dari IBM PC DOS.
  • Windows CE : Versi pertama Windows CE diperkenalkan ke publik.
  • PalmOS : Palm menjadi populer dengan PalmOS untuk PDA.
  • OpenBSD : Theo de Raadt pencetus NetBSD mengembangkan OpenBSD.

1996

  • Windows NT 4.0 : Microsoft meluncurkan Windows NT versi 4.0

1997

  • Mac OS : Untuk pertama kalinya Apple memperkenalkan penggunaan nama Mac OS pada Mac OS 7.6.

1998

  • Windows 98 : Web browser Internet Explorer menjadi bagian penting dari Windows 98 dan berhasil menumbangkan dominasi Netscape Navigator.
  • Server Linux : Linux mendapat dukungan dari banyak perusahaan besar, seperti IBM, Sun Microsystem dan Hewlet Packard. Server berbasis Linux mulai banyak dipergunakan menggantikan server berbasis Windows NT.
  • Google : Search Engine terbaik hadir di Internet dan diketahui menggunakan Linux sebagai servernya.
  • Japan Goes Linux : TurboLinux diluncurkan di Jepang dan segera menjadi OS favorit di Asia, khususnya di Jepang, China dan Korea.
  • Mandrake : Gael Duval dari Brazil mengembangkan distro Mandrake yang diturunkan dari Red Hat.

1999

  • Support : Hewlett Packard mengumumkan layanan 24/7 untuk distro Caldera, Turbo Linux, Red Hat dan SuSE.
  • Corel Linux : Corel pembuat program Corel Draw, yang sebelumnya telah menyediakan Word Perfect versi Linux, ikut membuat OS berbasis Linux dengan nama Corel Linux dan yang nantinya beralih nama menjadi Xandros.

2000

  • Mac OS/X : Mac OS diganti dengan mesin berbasis BSD Unix dengan kernel yang disebut sebagai Mac OS/X.
  • Windows 2000: Microsoft meluncurkan Windows 2000 sebagai penerus Windows NT.
  • Windows Me : Microsoft meluncurkan Windows Me, versi terakhir dari Windows 95.
  • China Goes Linux : Red Flag Linux diluncurkan dari Republik Rakyat China.
  • Microsoft vs IBM : CEO Microsoft Steve Ballmer menyebut Linux sebagai kanker dalam sebuah interview dengan Chicago Sun­Times. Di lain pihak, CEO IBM Louis Gartsner menyatakan dukungan pada Linux dengan menginvestasikan $ 1 milyar untuk pengembangan Linux.

2001

  • Windows XP : Microsoft memperkenalkan Windows XP.
  • Lindows: Michael Robertson, pendiri MP3.com, memulai pengembangan Lindows yang diturunkan dari Debian. Nantinya Lindows berganti nama menjadi Linspire karena adanya tuntutan perubahan nama oleh Microsoft.

2002

  • Open Office : Program perkantoran berbasis Open Source diluncurkan oleh Sun Microsystem.
  • OS Lokal : OS buatan anak negeri berbasis Linux mulai bermunculan, diantaranya Trustix Merdeka, WinBI, RimbaLinux, Komura.

2003

  • Windows 2003 : Microsoft meluncurkan Windows Server 2003.
  • Fedora : Redhat mengumumkan distro Fedora Core sebagai penggantinya. Nantinya ada beberapa distro lokal yang dibuat berbasiskan Fedora, seperti BlankOn 1.0 dan IGOS Nusantara.
  • Novell : Ximian, perusahaan pengembang software berbasis Linux dibeli oleh Novell, begitu juga halnya dengan SuSE yang diakuisisi oleh Novell.
  • LiveCD : Knoppix merupakan distro pertama Linux yang dikembangkan dengan konsep LiveCD yang bisa dipergunakan tanpa harus diinstal terlebih dahulu. Distro lokal yang dibuat dari Knoppix adalah Linux Sehat dan Waroeng IGOS.

2004

  • Ubuntu : Versi pertama Ubuntu diluncurkan dan didistribusikan ke seluruh dunia. Ada beberapa versi distro yang dikeluarkan, yaitu Ubuntu (berbasis Gnome), Kubuntu (berbasis KDE), Xubuntu (berbasis XFCE), dan Edubuntu (untuk pendidikan).

2005

  • Mandriva : Mandrake bergabung dengan Conectiva dan berganti nama menjadi Mandriva.

2006

  • Unbreakable Linux : Oracle ikut membuat distro berbasis Linux yang diturunkan dari Red Hat Enterprise.
  • CHIPLux : Distro lokal terus bermunculan di tahun ini, bahkan Majalah CHIP yang lebih banyak memberikan pembahasan tentang Windows juga tidak ketinggalan membuat distro Linux dengan nama CHIPLux, yang diturunkan dari distro lokal PC LINUX dari keluarga PCLinuxOS (varian Mandriva). CHIPLux merupakan distro lokal pertama yang didistribusikan dalam format DVD.

2007

  • Vista : Setelah tertunda untuk beberapa lama, Microsoft akhirnya meluncurkan Windows Vista. Windows Vista memperkenalkan fitur 3D Desktop dengan Aero Glass, SideBar, dan Flip 3D. Sayangnya semua keindahan ini harus dibayar mahal dengan kebutuhan spesifikasi komputer yang sangat tinggi.

2008

  • 3D OS : Tidak seperti halnya Vista yang membutuhkan spesifikasi tinggi, 3D Desktop di Linux muncul dengan spesifikasi komputer yang sangat ringan. Era hadirnya teknologi 3D Desktop di Indonesia ditandai dengan hadirnya sistem operasi 3D OS yang dikembangkan oleh PC LINUX. Ada beberapa versi yang disediakan, yaitu versi 3D OS untuk pengguna umum serta versi distro warnet Linux dan game center Linux.